Silahkan pilih menu Label Blog :

Digital Subscriber Line


Digital subscriber line (DSL) merupakan suatu teknologi modem yang menggunakan saluran telepon twisted pair existing untuk mentransmisikan data berpita lebar. Pada dasarnya perkembangan DSL ini merupakan teknologi yang memanfaatkan media kabel tembaga untuk mengalirkan layanan berpita lebar.

Modem DSL biasanya banyak digunakan pada layanan ISDN basic rate. Pada proses pentransmisian data DSL melakukan transmisi data secara dua arah sekaligus (duplex) pada kecepatan 160 Kbps melalui kabel tembaga dengan rentang sampai 6 km.

DSL memiliki berbagai macam variasinya. Oleh karena itu didepan kata DSL ditambahkan huruf "X" yang merupakan variasi dari teknologi DSL tersebut. Masingmasing teknologi x-DSL tersebut mempunyai perbedaan dalam kecepatan dan mode operasinya. Variasi teknologi x-DSL adalah sebagai berikut :

  1. Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL)
  2. Consumer Digital Subscriber Line (CDSL)
  3. ISDN-Digital Subscriber Line (IDSL)
  4. High bit rate Digital Subscriber Line (HDSL)
  5. Symmetric High Speed DSL (SHDSL)
  6. Rate-adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
  7. Very High bit-rate Digital Subscriber Line (VDSL)
  8. Single or Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL)


Asymmetric Digital Subscriber Line

Teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi Modem yang memiliki kecepatan transfer data sebesar 1,5 Mbps sampai 8 Mbps untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.

Disebut asymmetric karena laju kecepatan transmisi dari dua arah berbeda, dimana kecepatan dari arah downstream adalah 1,5-8 Mbps sedangkan bit rate upstream 16-640 Kbps.

Perbedaan kecepatan tersebut terjadi karena pada dasarnya kebutuhan koneksi internet lebih banyak untuk pengambilan data (download) di bandingkan untuk pengiriman informasi (upload). Transmisi ADSL bekerja sampai jarak 5,48 km pada sepasang kawat tembaga pilin (single twisted pair).

Bersama dengan akses Internet, perusahaan telekomunikasi lebih memungkinkan untuk dapat memberikan layanan akses LAN jarak jauh (remote LAN) dan layanan VOD (video on demand) melalui ADSL Modem ADSL digunakan pada frekuensi di atas 4 KHz.

ADSL membagi bandwidth menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

a. Band frekuensi rendah (0 ~ 4 KHz) untuk voice (POTS) atau fax (system dial up)
b. Band frekuensi tinggi (26 KHz ~ 1.1 MHz) untuk data.
c. Antara 4KHz – 26KHz digunakan sebagai guard band

Cara kerja ADSL adalah berupa proses dial-up connection. Jika ada permintaan dari user untuk akses internet, maka modem ADSL sisi sentral akan langsung memprosesnya (sebelumnya dilakukan pemisahan di splitter informasi yang diminta berupa data atau suara). Selanjutnya informasi tersebut akan dilewatkan melalui MDF-RK-DP-KTB, kemudian di sisi pelanggan informasi data tersebut masuk ke splitter lagi, jika informasinya berupa akses internet (data) maka akan disalurkan ke modem ADSL sisi pelanggan kemudian diteruskan ke PC user, jika berupa suara maka dari splitter langsung ke telepon, jika yang diminta video maka dari splitter masuk ke modem ADSL lalu masuk ke Set Top Box (STB) baru ke layer TV.

Konfigurasi umum ADSL dengan jaringan kabel tembaga eksisting adalah sebagai berikut:

Modem ADSL menggunakan teknik modulasi multicarrier atau lebih dikenal dengan istilah DMT (Discrete Multitone) karena mampu mengalokasikan bandwidth untuk transmisi data sehingga transmisi dari tiap sub kanal lebih maksimal. Teknik multiplexing yang digunakan pada teknologi ADSL adalah melalui FDM (Frekuensi Division Multiplexing) atau Echo Cancellation

SDSL (single-line digital subscriber line)

SDSL memiliki kesamaan dengan HDSL yaitu memiliki kecepatan upstream dan downsteam sebesar 1,544 Mbps. Pada penerapannnya SDSL menggunakan sepasang kawat tembaga pilin saja. Dalam aplikasinya SDSL digunakan untuk jarak sekitar 3 km.

VDSL (Very-high-data-rate digital subscriber line)

Teknologi VDSL merupakan teknologi DSL yang bersifat asimetris, artinya kecepatan downstream dan upstream berbeda. Dan teknologi ini di gunakan dalam jarak operasi yang pendek yaitu pada jarak 304 meter - 1,37 Km. Tetapi teknologi ini dapat digunakan untuk lebar pita rata-rata 13 Mbps sampai 52 Mbps untuk downstream dan 1,5 Mbps sampai 2,3 Mbps untuk upstream-nya melalui sepasang kawat tembaga pilin. Lebar pita yang tersisa memungkinkan perusahaan telekomunikasi memberikan program layanan HDTV (high-definition television) dengan menggunakan teknologi VDSL.

HDSL (High-data-rate digital subscriber line)

Teknologi HDSL bersifat simetrik, dapat memberikan lebar pita 1,544 Mbps di setiap jalurnya pada dua pasang kawat tembaga pilin . Karena kecepatan HDSL sesuai dengan saluran T1 maka pada aplikasinya teknologi ini dapat dipakai untuk menyediakan layanan T1.

Jarak jangkauan teknologi HDSL ini adalah 3,65 Km. Oleh karena itu, untuk memperpanjang jarak jangkauannya harus ditambahkan penguat sinyal (repeater atau memakai ukuran kabel yang memiliki diameter lebih besar).

HDSL membutuhkan dua pasang saluran. Oleh karena itu, teknologi ini banyak digunakan terutama untuk koneksi jaringan PBX, digital loop carrier system, antar sentral, server internet dan jaringan data pribadi. Transportasi komunikasi melalui HDSL dapat diterapkan pada akses primer ISDN (ISDN PRA), jalur sewa 2 Mbps dan layanan fraksional yang menempati n x 64 Kbps.

HDSL merupakan basis universal untuk layanan pelanggan (suara, data, video) dan dapat digunakan sebagai transportasi sementara seperti pada base station network yaitu selullar, GSM dan PCN

SHDSL (Symmetric High-data-rate digital subscriber line)

SHDSL adalah teknologi x-DSL yang merupakan pengembangan dari HDSL. Dimana dalam aplikasinya digunakan 1 pair maupun 2 pair tembaga yang memiliki kecepatan upstream dan downstream yang sama yaitu 2,320 Mbps.Berdasarkan standar ETSI untuk kondisi saluran pelanggan yang akan diaplikasikan teknologi G.SHDSL 2 Mbps harus memenuhi beberapa parameter berikut :

1. Kontinuitas yang baik
2. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : = 10 MΩ pada tegangan = 90 Vdc
3. Resistance unbalance/difference : = 4% (antara urat a dan b)
4. Longitudinal balance : = 50 dB
5. Redaman kabel: = 51 dB (pada frekuensi 400kHz)
6. Tahanan loop = 900 Ω
7. S/N = 24dB
8. Impedansi untuk semua sistem ADSL : 80 - 170 Ω

IDSL (ISDN Digital Subscriber Line)

IDSL adalah salah satu type teknologi xDSL yang berbasis pada teknologi ISDN BRA (Basic Rate Access). IDSL menawarkan layanan dengan kecepatan kirim dan terima yang sama sebesar 144 Kbps. IDSL hanya menawarkan layanan komunikasi data tidak untuk komunikasi suara. Jika saluran tidak mampu untuk aplikasi ADSL 4 Mbps dan G.SHDSL maka akan dilihat hasil ukur dari pengukuran ISDN BRA.