1. Mengirimkan dan mendistribusikan dokumen elektronis yang bersifat pornografi, judi,menghina dan mencemarkan nama baik, mengancam, membohongi, dan menyesatkan, menyinggung Sara dan menakut-nakuti. Jadi mengirimkan email ke seseorang yang bernada ancaman bisa dijerat dengan pasal perbuatan terlarang yang menyangkut ancaman.
Etika Penulisan di Internet
1. Mengirimkan dan mendistribusikan dokumen elektronis yang bersifat pornografi, judi,menghina dan mencemarkan nama baik, mengancam, membohongi, dan menyesatkan, menyinggung Sara dan menakut-nakuti. Jadi mengirimkan email ke seseorang yang bernada ancaman bisa dijerat dengan pasal perbuatan terlarang yang menyangkut ancaman.
SOLAR TRACKER
Solar Tracker
Untuk dapat merealisasi sistem tersebut dibutuhkan beberapa sensor peka cahaya yang membaca arah datangnya cahaya dari beberapa sudut. Sudut yang paling kuat dari sensor peka cahaya tersebut diasumsikan sebagai sudut fokus arah datangnya sinar matahari, sehingga sudut dengan fokus terkuat tersebutlah yang akan diikuti oleh pergerakan solar tracker ini.
Sebagai sensor peka cahaya digunakan 5 buah sensor peka cahaya (LDR), empat buah diantaranya diletakkan pada kondisi keempat penjuru mata-angin dan sebuah lagi ditempatkan ditengah-tengahnya sebagai pembanding dari masingmasing fokus yang diterima oleh LDR terkuat tersebut. Kepekaan paling kuat dari LDR tersebut akan diikuti oleh pergerakan solar cell hingga terdapat nilai kepekaan yang sama antara salah satu LDR yang diikuti tersebut dengan LDR yang ditengah sebagai pembandingnya. Dengan kondisi ini maka solar cell akan selalu mendapatkan sinar matahari secara optimal disepanjang hari.
Selain memanfaatkan sensor peka cahaya realisasi alat ini juga didukung dengan beberapa rangkaian terkombinasi yang masing-masing berfungsi sebagai penyimpan energi listrik yang diterima oleh solar cel tersebut dalam hal ini diaplikasikan kedalam accumulator 12 volt. Selain ini juga terdapat unit penampil data daya yang dihasilkan oleh penerimaan energi pada solar cel. Sedangkan sebagai penggerak / tracker solar cell ini menggunakan motor DC terkopel gearbox yang masing-masing track-nya digerakkan melalui sistem pemrograman pada mikrokontroller AT 89S52. Secara keseluruhan realisasi sistem ini ditunjukkan seperti:
SISTEM MINIMUM MIKROKONTROLER AT89S52
1. Chip IC mikrokontroler AT89S52 keluarga MCS-51
2. Kristal 12 MHz
3. Kapasitor
4. Resistor
Rangkaian driver dirancang untuk mengaktifkan motor DC sebagai penggerak solar tracker. Kombinasi rangkaian driver ini dirancang supaya motor DC dapat berputar forward-reverse, menyesuaikan input program yang bekerja berdasar pembacaan sinyal dari LDR. Rangkaian driver ini diperlukan untuk memberikan pemisahan tegangan kontrol sebesar 5 volt yang dihasilkan dari keluaran mikrokontroller menjadi tegangan sesuai yang dibutuhkan oleh motor DC tersebut. Untuk merealisasi ide ini dilakukan dengan menggunakan transistor yang memanfaatkan tegangan kecil dari mikrokontroller sebagai pemicu dioda masukannya dan memberikan tegangan yang relatif lebih besar pada transistor keluarannya. Metode reverse-foreward pada cara kerja motor DC dilakukan dengan membalik arah arus yang melalui motor, hal ini direalisasikan dengan menempatkan empat buah relay sebagai pembentuk arah arus dimana relay digerakkan dari sebuah driver BD 139 yang memicu transistor D 313.
Gambar 5 Rangkaian Driver
PING ULTRASONIC
kerajinan tangan
Kerajinan tangan ini merupakan peluang bisnis yang bagus sekali dan cocok untuk ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga. Minat konsumen akan bunga sebagai hiasan di dalam ruangan memang cenderung meningkat. Para konsumen menginginkan ruangan mereka terlihat asri dan indah dengan memberikan hiasan rangkaian bunga pada setiap ruangan. Besarnya minat yang datang dari para konsumen pecinta bunga, mampu memberikan ide bagi para pelaku usaha untuk menciptakan peluang usaha bunga imitasi yang terbuat dari plastik.
Kreasi kerajinan tangan bunga plastik ini muncul ketika para konsumen mulai mengeluhkan biaya yang harus mereka keluarkan untuk membeli bunga asli yang hanya tahan untuk beberapa hari saja. Keindahan yang diberikan bunga asli memang tidak bisa tahan lama, maksimal hanya bisa bertahan sampai 1 minggu saja. Sejak itu, kini banyak muncul para penjual bunga yang menciptakan bunga plastik. Biasanya bahan yang sering digunakan adalah plastik, pita, plastik sedotan, hingga kertas.
Kualitas kreasi bunga plastik yang kini dipasarkan, memiliki bentuk yang sangat mirip dengan bunga aslinya. Sehingga bunga plastik diminati pula oleh para konsumen. Selain itu bentuknya yang mirip dengan aslinya, bunga plastik juga bisa bertahan lebih lama daripada bunga asli. Dan yang lebih menarik lagi, bunga plastik bisa dibersihkan jika mulai kotor. Hanya dengan merendamnya dengan deterjen, maka warnanya akan kembali cerah seperti baru lagi.
Kreasi bunga plastik juga bisa dirangkai, layaknya seperti rangkaian bunga asli. Dengan merangkai bunga plastik yang disertai dengan pot cantik, memberikan nilai jual yang lebih mahal disbanding bunga plastik yang tidak dirangkai. Jadi dengan kreasi bunga plastik kita dapat membuka dua peluang usaha sekaligus, usaha menjual bunga plastik eceran serta menjual rangkain bunga plastik yang cantik. Kreasi bunga plastik dapat dijadikan sebagai salah satu bisnis rumahan yang menjanjikan. Kini peluang sukses dengan bisnis rumahan pun sangat terbuka lebar.
Berikut kami berikan salah satu contoh cara pembuatan bunga plastik yang paling sederhana, cukup menggunakan sedotan plastik bekas yang ada di sekitar Anda.
Alat :
Gunting
Cutter
lem
Bahan :
Sedotan
lidi atau bisa diganti dengan kawat yang agak besar (diameternya sekitar 2 mm)
kertas krep atau dapat diganti dengan kertas pita
bekas botol plastic sebagai tambahan aksesoris
Cara Pembuatan :
Potong sedotan dengan panjang ± 10 cm
Setelah itu ujung sedotan dibelah menjadi empat, kita bisa mengesut sedotan yang telah dibelah sehingga berbentuk lebih mekar dan agak lemas.
Kemudian gunting tiap ujung sedotan yang telah dibesut, membentuk lancip menyerupai bentuk kelopak bunga asli
Beberapa sedotan tersebut kemudian digabungkan menjadi satu sehingga berbentuk bunga sedang mekar
Bunga ini kemudian kita ikatkan pada kawat atau lidi yang telah dibalut kertas krep
Sedangkan untuk daunnya bisa dibuat dari potongan kertas pita atau dari potongan bekas gelas plastic
Setelah satu tangkai bunga telah jadi, buat tangkai – tangkai berikutnya dengan cara yang sama. Dan untuk yang terakhir rangkailah tangkai bunga tersebut ke dalam pot bunga yang telah diisi spoon/ busa.
Digital Subscriber Line
Digital subscriber line (DSL) merupakan suatu teknologi modem yang menggunakan saluran telepon twisted pair existing untuk mentransmisikan data berpita lebar. Pada dasarnya perkembangan DSL ini merupakan teknologi yang memanfaatkan media kabel tembaga untuk mengalirkan layanan berpita lebar.
Modem DSL biasanya banyak digunakan pada layanan ISDN basic rate. Pada proses pentransmisian data DSL melakukan transmisi data secara dua arah sekaligus (duplex) pada kecepatan 160 Kbps melalui kabel tembaga dengan rentang sampai 6 km.
DSL memiliki berbagai macam variasinya. Oleh karena itu didepan kata DSL ditambahkan huruf "X" yang merupakan variasi dari teknologi DSL tersebut. Masingmasing teknologi x-DSL tersebut mempunyai perbedaan dalam kecepatan dan mode operasinya. Variasi teknologi x-DSL adalah sebagai berikut :
- Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL)
- Consumer Digital Subscriber Line (CDSL)
- ISDN-Digital Subscriber Line (IDSL)
- High bit rate Digital Subscriber Line (HDSL)
- Symmetric High Speed DSL (SHDSL)
- Rate-adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
- Very High bit-rate Digital Subscriber Line (VDSL)
- Single or Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL)
Asymmetric Digital Subscriber Line
Teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi Modem yang memiliki kecepatan transfer data sebesar 1,5 Mbps sampai 8 Mbps untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.
Disebut asymmetric karena laju kecepatan transmisi dari dua arah berbeda, dimana kecepatan dari arah downstream adalah 1,5-8 Mbps sedangkan bit rate upstream 16-640 Kbps.
Perbedaan kecepatan tersebut terjadi karena pada dasarnya kebutuhan koneksi internet lebih banyak untuk pengambilan data (download) di bandingkan untuk pengiriman informasi (upload). Transmisi ADSL bekerja sampai jarak 5,48 km pada sepasang kawat tembaga pilin (single twisted pair).
Bersama dengan akses Internet, perusahaan telekomunikasi lebih memungkinkan untuk dapat memberikan layanan akses LAN jarak jauh (remote LAN) dan layanan VOD (video on demand) melalui ADSL Modem ADSL digunakan pada frekuensi di atas 4 KHz.
ADSL membagi bandwidth menjadi beberapa bagian sebagai berikut :
a. Band frekuensi rendah (0 ~ 4 KHz) untuk voice (POTS) atau fax (system dial up)
b. Band frekuensi tinggi (26 KHz ~ 1.1 MHz) untuk data.
c. Antara 4KHz – 26KHz digunakan sebagai guard band
Cara kerja ADSL adalah berupa proses dial-up connection. Jika ada permintaan dari user untuk akses internet, maka modem ADSL sisi sentral akan langsung memprosesnya (sebelumnya dilakukan pemisahan di splitter informasi yang diminta berupa data atau suara). Selanjutnya informasi tersebut akan dilewatkan melalui MDF-RK-DP-KTB, kemudian di sisi pelanggan informasi data tersebut masuk ke splitter lagi, jika informasinya berupa akses internet (data) maka akan disalurkan ke modem ADSL sisi pelanggan kemudian diteruskan ke PC user, jika berupa suara maka dari splitter langsung ke telepon, jika yang diminta video maka dari splitter masuk ke modem ADSL lalu masuk ke Set Top Box (STB) baru ke layer TV.
Konfigurasi umum ADSL dengan jaringan kabel tembaga eksisting adalah sebagai berikut:
Modem ADSL menggunakan teknik modulasi multicarrier atau lebih dikenal dengan istilah DMT (Discrete Multitone) karena mampu mengalokasikan bandwidth untuk transmisi data sehingga transmisi dari tiap sub kanal lebih maksimal. Teknik multiplexing yang digunakan pada teknologi ADSL adalah melalui FDM (Frekuensi Division Multiplexing) atau Echo Cancellation
SDSL (single-line digital subscriber line)
SDSL memiliki kesamaan dengan HDSL yaitu memiliki kecepatan upstream dan downsteam sebesar 1,544 Mbps. Pada penerapannnya SDSL menggunakan sepasang kawat tembaga pilin saja. Dalam aplikasinya SDSL digunakan untuk jarak sekitar 3 km.
VDSL (Very-high-data-rate digital subscriber line)
Teknologi VDSL merupakan teknologi DSL yang bersifat asimetris, artinya kecepatan downstream dan upstream berbeda. Dan teknologi ini di gunakan dalam jarak operasi yang pendek yaitu pada jarak 304 meter - 1,37 Km. Tetapi teknologi ini dapat digunakan untuk lebar pita rata-rata 13 Mbps sampai 52 Mbps untuk downstream dan 1,5 Mbps sampai 2,3 Mbps untuk upstream-nya melalui sepasang kawat tembaga pilin. Lebar pita yang tersisa memungkinkan perusahaan telekomunikasi memberikan program layanan HDTV (high-definition television) dengan menggunakan teknologi VDSL.
HDSL (High-data-rate digital subscriber line)
Teknologi HDSL bersifat simetrik, dapat memberikan lebar pita 1,544 Mbps di setiap jalurnya pada dua pasang kawat tembaga pilin . Karena kecepatan HDSL sesuai dengan saluran T1 maka pada aplikasinya teknologi ini dapat dipakai untuk menyediakan layanan T1.
Jarak jangkauan teknologi HDSL ini adalah 3,65 Km. Oleh karena itu, untuk memperpanjang jarak jangkauannya harus ditambahkan penguat sinyal (repeater atau memakai ukuran kabel yang memiliki diameter lebih besar).
HDSL membutuhkan dua pasang saluran. Oleh karena itu, teknologi ini banyak digunakan terutama untuk koneksi jaringan PBX, digital loop carrier system, antar sentral, server internet dan jaringan data pribadi. Transportasi komunikasi melalui HDSL dapat diterapkan pada akses primer ISDN (ISDN PRA), jalur sewa 2 Mbps dan layanan fraksional yang menempati n x 64 Kbps.
HDSL merupakan basis universal untuk layanan pelanggan (suara, data, video) dan dapat digunakan sebagai transportasi sementara seperti pada base station network yaitu selullar, GSM dan PCN
SHDSL (Symmetric High-data-rate digital subscriber line)
SHDSL adalah teknologi x-DSL yang merupakan pengembangan dari HDSL. Dimana dalam aplikasinya digunakan 1 pair maupun 2 pair tembaga yang memiliki kecepatan upstream dan downstream yang sama yaitu 2,320 Mbps.Berdasarkan standar ETSI untuk kondisi saluran pelanggan yang akan diaplikasikan teknologi G.SHDSL 2 Mbps harus memenuhi beberapa parameter berikut :
1. Kontinuitas yang baik
2. Tahanan isolasi (Rab, Rat, Rbt) : = 10 MΩ pada tegangan = 90 Vdc
3. Resistance unbalance/difference : = 4% (antara urat a dan b)
4. Longitudinal balance : = 50 dB
5. Redaman kabel: = 51 dB (pada frekuensi 400kHz)
6. Tahanan loop = 900 Ω
7. S/N = 24dB
8. Impedansi untuk semua sistem ADSL : 80 - 170 Ω
IDSL (ISDN Digital Subscriber Line)
IDSL adalah salah satu type teknologi xDSL yang berbasis pada teknologi ISDN BRA (Basic Rate Access). IDSL menawarkan layanan dengan kecepatan kirim dan terima yang sama sebesar 144 Kbps. IDSL hanya menawarkan layanan komunikasi data tidak untuk komunikasi suara. Jika saluran tidak mampu untuk aplikasi ADSL 4 Mbps dan G.SHDSL maka akan dilihat hasil ukur dari pengukuran ISDN BRA.
Aplikasi Wideband CDMA Pada Jaringan GSM
Pada aplikasi penerapan sistem akses WideBand CDMA (W-CDMA) pada Abis interface jaringan eksis GSM (antara BSC dengan BTS). Penambahan sistem W-CDMA pada jaringan GSM akan menambah perangkat transceiver WCDMA pada struktur Abis interface jaringan GSM yang dapat dimanfaatkan untuk layanan data kecepatan tinggi.
Asumsi–asumsi yang digunakan :
- Dual mode terjadi pada BSS (Base Stasion Sub Sistem) dan pada MS tidak terjadi dual mode
- MSC telah mampu melayani 2 sistem (TDMA/W-CDMA)
BSS terdiri dari BSC yang mengontrol satu atau lebih BTS yang berisi beberapa TRX (Transmitter Receiver). Abis interface mempunyai kemampuan mendukung 3 konfigurasi BTS internal yang berbeda yaitu :
- Satu TRX.
- Beberapa TRX yang semuanya dilayani oleh satu kanal fisik secara bersama.
- Beberapa TRX yang masing–masing mempunyai kanal fisik.
Sedangkan BCF (Base Control Function) berfungsi mengatur fungsi common control antara transmitter dan receiver serta kanal fisik pada BTS. Penerapan dual mode WCDMA pada Abis interface dilakukan dengan menambah perangkat TRX WCDMA pada BSS yang proses transmisinya diatur oleh BSC.
Struktur kanal dual mode GSM/WCDMA secara garis besar terdiri atas kanal kontrol, kanal data TDMA, kanal data WCDMA.
Kanal kontrol terdiri atas kanal kontrol sistem TDMA dan kanal kontrol sistem W-CDMA. Penerapan teknik dual mode W-CDMA pada jaringan GSM dilakukan dengan menambahkan addresing bit pada W-CDMA sebagai tanda frame W-CDMA, sehingga pada penerima MS atau BTS dapat mengidentifikasi frame–frame W-CDMA.
Adanya field address akan diidentifikasi sebagai frame W-CDMA atau frame TDMA oleh BSC pada kanal uplink untuk pengolahan data serta mengirim ke MSC untuk keperluan routing, roaming dan lain-lain. Pada sistem TDMA (GSM) adanya field address akan mengubah algoritma pemrosesan data pada radio link.
Dengan adanya penambahan addressing ini maka terjadi perubahan proses channel coding pada sistem GSM. Penambahan bit addressing adalah 3 bit sehingga output dari channel coding mempunyai bit rate (456+3)bit/20ms = 22,95 kbps.
Pada sistem W-CDMA terdapat field address sehingga akan mengubah algoritma channel coding dengan menambahkan field address setelah interleaving.




